Seni dan Budaya sebagai Media Artikulasi Pengetahuan

Kata Pengantar

Seiring perkembangannya seni selalu mencari posisinya di masyarakatnya. Hingga saat ini seni berperan untuk bisa ‘cair’ dan tidak berjarak kepada masyarakatnya yang mana menjadi apresiator dari karya seni itu sendiri. Bagaimana seni bekerja untuk mengungkapkan, mengkritisi dan mempertanyakan hal-hal yang ada di masyarakat. Dengan begitu seni mampu menjadi distributor pengetahuan kepada masyarakat juga tentunya.

Peran sekolah sebagai salah satu institusi untuk mendistribusikan pengetahuan yang didalamnya terdapat pendidik dan peserta didik seharusnya mampu mempunyai peran yang sangat mutlak kepada masyarakat. Baik peran mendistribusikan pengetahuan atau menggali pengetahuan tersebut bersama dan dari masyarakat.

Kedua hal di atas memiliki kesamaan konsep. Konsep tersebut dicoba untuk di ekstrak menjadi sebuah metode pembelajaran yang sifatnya kontekstual. Modul ini tidak mengajarkan peserta didik untuk menjadi seniman, namun modul ini menjabarkan bagaimana pola seni bekerja untuk bisa mempertajam kepekaan peserta didik, guru dan masyarakat terhadap lingkungannya. Lalu modul ini juga mengasah kemampuan artistik peserta didik, guru dan masyarakat. Modul ini juga membuka kolaborasi antar peserta didik, pendidik dan masyarakat untuk menggali dan mendistribusikan pengetahuan secara bersama. Dengan begitu peran-peran pendidik, peserta didik dan masyarakat begitu penting dalam modul ini.

Tujuan

  • Mengenali potensi diri dan lingkungan sekitar sebagai landasan proses pencarian gagasan.
  • Mengenali potensi diri dan lingkungan sekitar sebagai landasan proses pencarian gagasan.
  • Melakukan proses eksperimen artistik dalam proses penciptaan ide karya.
  • Mengintegrasikan disiplin ilmu pengetahuan yang beragam dan pemanfaatan teknologi dalam proses eksperimen artistik ide konsep karya.
  • Mengoptimalkan potensi diri dan lingkungan dalam mengartikulasikan pengetahuan.

Indkator Pencapaian

  1. Beragam ide konsep yang didapat melalui pemetaan potensi diri dan lingkungan sekitarnya.

  2. Beragam dalam proses penciptaan ide karya sesuai dengan minat dan kesukaan.

  3. Menjadi lebih kritis proses penciptaan ide karya dalam melihat lingkungan sekitar.

  4. Menjadi lebih kreatif dalam mengartikulasikan isu di lingkungan sekitarnya.

  5. Mengenal dan memanfaatkan potensi teknologi di lingkungan sekitarnya dalam proses pencarian ide konsep.

  6. Mengintegrasikan disiplin ilmu yang beragam dalam eksperimen artistik produksi karya.

  7. Memberikan dampak terhadap lingkungan dalam mengartikulasikan pengetahuan.

  8. Menciptakan ekosistem pembelajaran dalam mengartikulasikan pengetahuan.