Transformasi Peran Guru

Sub Pokok Materi Pembelajaran

  • Landasan dan latar belakang transformasi peran guru
  • Peran Guru sebagai pendamping belajar pembelajaran kontekstual: mentor, fasilitator, coach
  • Kompetensi inti dalam menjalankan peran guru sebagai pendamping belajar dalam pembelajaran kontekstual: mentor, fasilitator, coach
  • Penerapan peran pendampingan belajar dalam pembelajaran kontekstual


Rasionale

Saat ini, inovasi pendidikan dan teknologi yang berkembang pesat menyebabkan perlunya transformasi peran guru tidak hanya sebagai pengampu mata pelajaran di kelas. Guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar. Oleh karena itu Guru hendaknya dapat membantu siswa menemukan sumber belajar sesuai kebutuhan siswa (pedagogi kritis)Pola pembelajaran konseptual dan tekstual dengan pendekatan teacher centered based, selama ini masih banyak diterapkan, sehingga anak menjadi  tidak mandiri, kritis dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan student centered based sebagai cara untuk memunculkan kemandirian, potensi, daya kritis-kreatif, inovatif dan adaptif dalam diri siswa. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna

Tujuan

  • Memahami dasar dan latar belakang  transformasi  peran guru sebagai pendamping belajar yang memandirikan anak
  • Memahami kompetensi inti yang diperlukan untuk menjalankan peran  guru sebagai mentor, fasilitator, coach 
  • Memahami peran guru sebagai pendamping belajar yang terdiri dari peran guru mentor, fasilitator, coach
  • Memahami kebutuhan belajar untuk mengembangkan kompetensi diri sendiri untuk bisa berperan sebagai mentor, fasilitator, coach

Indikator Capaian

  • Mampu mengartikulasikan refleksinya tentang dasar dan latar belakang transformasi peran guru 
  • Mampu menjelaskan pola pikir yang harus dimiliki oleh pendamping belajar yang memandirikan anak 
  • Mampu membedakan peran guru sebagai mentor, fasilitator dan coach
  • Mampu mengembangkan rencana pendampingan untuk mendampingi anak dalam menentukan tujuan dan rencana belajarnya
  • Mampu mengartikulasikan refleksi kebutuhan belajar untuk mengembangkan kompetensi diri sendiri untuk bisa berperan sebagai mentor, fasilitator, coach